Wednesday, 6 March 2013

Anak 7 Tahun Pengidap Anoreksia: 'Aku Selalu Lapar dan Tidak Bisa Makan'

 img
Jakarta - Anoreksia umumnya terjadi pada remaja di atas usia 15 tahun. Namun Anne tidak pernah menyangka kalau gangguan makan itu dialami putrinya, Sophie, saat baru berusia 7 tahun.

Kepada ABC News, Anne --menggunakan nama samaran untuk melindungi privasi keluarga-- mengungkapkan bahwa putri kecilnya pernah berkata padanya di suatu malam, "Aku selalu lapar dan tidak bisa makan. Suara di kepalaku menyuruhku untuk tidak makan."

Meskipun tinggi dan berat badan Sophie terlihat normal pada grafik pertumbuhan, dia akhirnya mengaku kalau selama ini selalu membuang bekal makan siangnya. Tak hanya itu, dia juga memaksa dirinya untuk berolahraga saat jam istirahat sekolah.

Anne dan suaminya tahu bahwa Sophie memang anak yang perfeksionis. Namun mereka tidak menyangka anak kesayangannya bisa mengalami kondisi yang dinamakan anoreksia nervosa di usia yang masih sangat muda. Anne pun mencoba berbagai cara untuk mengetahui kenapa anaknya bisa mengalami kondisi ini.

"Guru Sophie pernah bilang padanya kalau dia harus makan sehat. Dan dia (Sophie) merupakan tipe anak yang sangat menaati peraturan dan berusaha menjalankannya lebih baik dari orang lain. Dia anak yang mudah gelisah," urai Anne.

Perilaku Sophie yang sangat membatasi makanan ini ternyata terjadi saat dia berusia 6 tahun. Sejak didiagnosa anoreksia, berat badan Sophie tidak juga bertambah selama 10 bulan.

Kasus Sophie bukan satu-satunya yang terjadi. Menurut Agency for Healthcare Research and Quality di Inggris, seperti dilansir Daily Mail, jumlah anak yang mengalami gangguan makan akut semakin bertambah hingga 72 persen dalam 10 tahun terakhir. Sayangnya meskipun sudah banyak terjadi, belum ada yang tahu apa faktor pemicunya. Hal itu diungkapkan Dr Julie O'Toole, pendiri Kartini CLinic di Portland, Oregon yang khusus menangani anak dan remaja dengan gangguan makan.

Penyebab yang paling mungkin adalah faktor keturunan. Berdasarkan sumber di Kartini CLinic, 56-70 persen orang yang menderita anoreksia memiliki anggota keluarga yang juga mengalami gangguan pola makan.

Meskipun belum diketahui penyebabnya, anoreksia pada anak bisa disembuhkan dengan cara pemulihan berat badan. Dalam proses terapi, peran keluarga khususnya orangtua sangat penting dan mereka bertanggungjawab terhadap pola makan sang anak. Termasuk baru membolehkan anaknya main setelah dia mau makan.

Hal itulah yang dilakukan Anne untuk menyembuhkan anaknya. "Kami menciptakan lingkungan dimana makan adalah sebuah kewajiban," ujarnya.

Beruntung, perawatan untuk menyembuhkan Sophie berhasil. Kini usianya sudah 8 tahun dan tubuhnya menunjukkan perbaikan. Gejala malnutrisi yang dialaminya saat mengidap anoreksia juga sudah hilang.
Source: wolipop.com

Minggu, 24/02/2013 09:57 WIB Hindari 4 Kebiasaan Ini Kalau Tak Mau Gigi Mudah Patah & Rusak

 img
Jakarta - Memiliki gigi yang kuat hingga usia lanjut tentu diinginkan setiap orang. Untuk mewujudkan hal ini, Anda perlu mengurangi atau bahkan menghentikan empat kebiasaan sehari-hari yang bisa membuat gigi cepat patah karena rapuh dan rusak.

Berikut ini empat kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk mendapatkan gigi sehat dan kuat, seperti dipaparkan She Knows:

1. Menyikat Gigi Secara Berlebihan
Sebagian orang menganggap kebersihan gigi berawal dari seberapa sering kita menyikat gigi. Hal itu benar, tapi menyikat gigi yang dilakukan lebih dari dua kali dalam sehari tidak baik untuk kesehatan gigi.

"Saya sudah bertemu dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan sikat gigi 20 kali dalam sehari," kata Dr. Sally Cram, ahli gigi di Washington D.C.

Menurut Dr. Sally, terlalu sering menyikat gigi tidak akan membuat gigi Anda bersih lebih lama. Justru akan melukai gusi dan mengikis enamel gigi. Sikatlah gigi dua kali sehari dan sesudah makan. Yang juga penting adalah bagaimana Anda menyikat gigi. Gosoklah dengan gerakan memutar mulai dari bagian depan, samping, dalam dan geraham. Lalu gunakan dental floss untuk membersihkan sisa-sisa makanan di antara celah gigi selama dua menit.

2. Pemutihan Gigi Terus-menerus
Agar gigi terlihat lebih putih tak sedikit orang memilih memutihkan dengan metode bleaching. Boleh saja melakuka bleaching, tapi jangan lebih dari dua kali setahun. Pemutihan yang dilakukan secara berlebihan dapat menyebabkan gigi dan gusi lebih sensitif dan menimbulkan efek transparan pada gigi.

Sangat ditekankan, sebaiknya warna gigi tidak lebih putih dari mata. Gigi yang terlalu putih justru membuat Anda terlihat aneh. Akan lebih aman jika proses bleaching dilakukan di dokter ahli, dibandingkan memakainya sendiri di rumah.

3. Mengatupkan dan Menggemeretakkan Gigi Terlalu Kuat
Sadar atau tidak, beberapa orang sering melakukan hal ini. Awalnya hanya kebiasaan, tapi ternyata dapat mengakibatkan tulang keropos, resesi gusi, gigi bergeser hingga gigi retak. Tanda-tanda dari efek negatifnya adalah sendi rahang terasa nyeri, sulit membuka dan menutup mulut dan sakit kepala.

4. Melakukan Perawatan Sendiri
Banyak orang yang memiliki alat untuk menghilangkan plak sendiri di rumahnya. Alasannya adalah untuk menghindari kunjungan ke dokter gigi. Tapi bila tidak dilakukan secara hati-hati, gigi bisa patah. Cara terbaik melakukan perawatan gigi adalah memeriksakannya ke dokter setiap enam bulan sekali. Jangan pernah mencoba mencabut atau membersihkan karang gigi sendiri. Anda tidak tahu, apakah alat yang digunakan steril atau tidak.
Source: wolipop.com

7 Langkah Sehat Agar Terhindar dari Diabetes

img 
Jakarta - Diabetes bisa menyerang siapa saja, baik muda maupun tua. Risiko diabetes bisa meningkat apabila orangtua Anda juga mengidap penyakit yang sama. Tapi Anda bisa mengurangi risiko terkena diabetes, khususnya diabetes tipe 2 jika mengikuti gaya hidup sehat berikut ini, yang dikutip dari Women's Health Mag.

1. Latihan Angkat Beban
Meningkatkan massa otot bisa menurunkan resistensi insulin dan mengurangi risiko berkembangnya prediabetes menjadi diabetes. Menurut hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of CLinical Endorinology & Metabolism, setiap 10 persen penambahan massa otot, risiko diabetes menurun hingga 12 persen. Sheri Colberg-Ochs, Ph.D., profesor ilmu olahraga di Old Dominion University menyarankan untuk latihan angkat beban minimal tiga kali seminggu dan lakukan aktivitas kardio (jogging, bersepeda, berenang) sedikitnya 2,5 jam seminggu.

2. Tidur yang Cukup
Terus menerus kurang tidur bisa meningkatkan resistensi insulin terutama pada orang-orang yang secara genetik berisiko diabetes. Studi yang dilakukan para peneliti dai University of Chicago menemukan, orang yang tidur kurang dari enam jam sehari paling berpeluang terkena diabetes. Maka dari itu cobalah memaksimalkan jam tidur Anda di malam hari minimal tujuh jam.

3. Tambah Asupan Serat
Serat yang terkandung dalam buah dan sayuran tidak hanya membuat perut kenyang lebih lama tapi juga memperlambat aliran glukosa ke pembuluh darah. Jadi ketika Anda ingin makan sesuatu yang manis, lebih baik konsumsi buah kaya serat seperti apel atau pir. Ganti juga nasi putih dengan nasi merah. Berdasarkan studi yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine, konsumsi nasi merah sebagai makanan pokok bermanfaat menurunkan risiko diabetes hingga 11 persen.

4. Hindari Stres
Stres yang kronis merupakan salah satu faktor utama penyebab berbagai penyakit serius, termasuk diabetes. "Ketika tubuh menangkap tanda-tanda stres, dia akan melepaskan hormon yang meningkatkan gula darah," ujar Sheri.

Reaksi itu sebenarnya bermanfaat bagi tubuh untuk redakan stres. Tapi dalam jangka panjang bisa berbahaya. Mulai dari sekarang cobalah berlatih tarik napas dalam-dalam atau meditasi dengan mendengarkan musik-musik bertempo lambat dan berirama tenang. Bisa juga dengan rutin pijat atau refleksi untuk mengurangi hormon stres dan membantu menurunkan gula darah secara keseluruhan.

5. Konsumsi Omega-3
Asam lemak omega-3 bisa bantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar gula darah lebih terkontrol. Omega-3 banyak terkandung dalam ikan sarden dan salmon. Konsumsilah makanan ini sedikitnya satu sajian per minggu.

6. Minum Vitamin D
Vitamin D bermanfaat mencegah diabetes. Sebuah review yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa orang yang cukup kadar vitamin D-nya tinggi cenderung lebih rendah berisiko terkena diabetes tipe 2. Disarankan untuk mengonsumsi vitamin D 1.000 hingga 2.000 IU per hari lewat ikan dan suplemen. Jangan lupa juga berjemur di bawah sinar matahari pagi agar manfaat vitamin D lebih efektif.

7. Tambah Konsumsi Rempah-rempah
Jenis rempah seperti kayu manis diyakini bisa menurunkan kadar gula dalam darah, seperti yang tertulis dalam Journal of the American Board of Family Medicine. Bubuk kayu manis kaya akan nutrisi yang disebut polyphenol, yang membantu kinerja insulin lebih efektif. Taburkan bubuk kayu manis ke menu sarapan Anda, misalnya roti gandum atau bubur oatmeal.
Source: wolipop.com

Ini Penyebab Anda Sering Lemas & Lelah Saat Bangun Tidur

Jakarta - Tidak sedikit orang yang merasa tubuhnya lemas lunglai saat bagun pagi. Ada pula yang sulit sekali bangkit dari tempat tidur meskipun sudah dibangunkan alarm. Begitu bangun, bukannya merasa segar Anda malah kelelahan dan mata terasa berat. Jika ini yang sering dialami, kemungkinan ada yang salah dengan kebiasaan Anda sebelum tidur. Ketahui penyebab dan cari solusinya, dengan menyimak tips yang diberikan Pop Sugar.

1. Kamar Kurang Sinar Matahari
Jangan menggunakan tirai dari bahan yang mem-block sinar matahari ke kamar Anda. Jika ruangan terlalu gelap, ritme sirkadian Anda akan sulit membedakan antara siang dan malam sehingga tubuh lebih sulit terbangun dari tidur di pagi hari. Pastikan kamar tidur Anda mendapat cukup sinar matahari yang 'menyelinap' masuk lewat jendela sehingga memberi sinyal pada otak untuk memberitahu bahwa ini saatnya untuk bangun.

2. Tidak Pernah Olahraga
Olahraga membantu tidur lebih nyenyak dan tubuh terasa lebih segar saat bangun di keesokan paginya. Olahraga juga bisa meredakan stres dan membangkitkan mood positif Anda, dan menghasilkan tidur yang lelap dan tenang. Jenis olahraga yang cocok untuk meningkatkan kualitas tidur diantaranya yoga, stretching atau olahraga yang meningkatkan detak jantung.

3. Ber-social Media Sampai Larut Malam
Banyak orang sulit untuk meninggalkan dunia social media seperti Twitter, Path, Instagram atau Facebook. Mengecek status teman, update status dan melihat postingan gambar seringkali membuat lupa diri dan akhirnya Anda baru bisa tidur saat dini hari. Kebiasaan ini tentu saja tidak baik dan menurunkan kualitas tidur. Membuat Anda terasa lemas saat bangun di pagi harinya. Sebelum tidur, sebaiknya jauhkan ponsel, TV, laptop aatau gadget lainnya agar waktu tidur Anda tidak terganggu. Sebaiknya bacalah buku, mandi air hangat dan lakukan peregangan sebelum tidur agar bisa terlelap.

4. Makan Sosis & Bawang Sebelum Tidur
Daging olahan dan bawang bombay akan menghasilkan gas yang membuat perut tidak nyaman, sehingga Anda sering bersendawa atau buang gas semalaman. Kondisi ini tentu saja menyulitkan Anda untuk tidur nyenyak sehingga di pagi harinya tubuh merasa lelah. Selain daging dan bawang, hindari juga makanan pedas, buah yang rasanya asam, saus tomat dan makanan lain yang mengganggu sistem pencernaan.

5. Terlalu Banyak Konsumsi Kafein
Kafein tidak hanya memicu mata untuk tetap terjaga, tapi juga menyebabkan heartburn atau jantung yang seolah panas terbakar. Biasakan tidak minum minuman berkafein di sore hari agar tidur Anda tak terganggu di malam harinya.

6. Banyak Pikiran
Sebelum tidur, buang semua pikiran tentang masalah pekerjaan, pertengkaran dengan kekasih atau rencana liburan Anda sebulan ke depan. Jika banyak memikirkan segala hal, Anda tidak akan bisa tidur. Begitu tertidur, waktu sudah menjelang pagi dan Anda harus segera bangun lagi karena bekerja. Hal ini tentu saja akan membuat Anda lemas dan tak bersemangat.
Source: wolipop.com

Inilah 7 Wisata Adrenalin Terekstrem di Dunia

img

Berenang bareng buaya di Australia (dimelaneta.com)


Mulai dari berenang dengan buaya, lompat ke dalam kawah berapi atau rafting di air terjun paling bahaya pun bukan sesuatu yang tak mungkin bagi para pencari adrenalin. Dari Oddee, Kamis (7/3/2013) inilah 7 wisata adrenalin terkstrem di dunia yang bisa dicoba:

1. Berenang bareng buaya di Australia

Sebagai salah satu negara yang memiliki banyak buaya, Australia tidak membiarkan para buayanya begitu saja. Ada wisata ekstrem yang bisa dicoba yaitu Crocosaurus Cove. Berada di Darwin, Northern Territory, Australia, wisata ekstrem ini menawarkan pengunjungnya berenang bersama buaya.

Pengunjung bisa berenang selama 15 menit di dalam air bersama buaya air asin yang memiliki badan gigantis. Ada boks dari akrilik dengan ketebalan 4 cm yang akan ditempati para perenang. Boks yang bernama 'Kandang Kematian' ini dijamin aman oleh pihak operator. Anda pun bisa mencoba berenang di sebelah buaya yang besarnya bisa 3 kali tubuh dengan hanya dipisahkan kaca tembus pandang.

2. Terjun payung dari tebing di Norwegia

Sebuah tebing dengan dataran rata dan ujung lebar menjadi destinasi terkenal di Lysefjorden, Norwegia. Tebing Preikestolen, atau yang disebut 'Ujung Dunia' tidak cuma bisa dinikmati dari ujungnya tapi juga bisa terjun ke bawahnya.

Cobalah lompat dari ketinggian 604 mdpl dan rasakan sensasi yang tiada duanya. Ini salah satu destinasi yang paling tepat untuk menantang keberanian Anda. Salah seorang pencari adrenalin pun mengungkapkan kebahagiaannya mencoba terjun dari ujung Preikestolen. Ia mengatakan itu salah satu kegiatan yang sangat memuaskan hasrat adrenalinnya, seperti bisa terbang tanpa pesawat.

3. Rafting di air terjun paling bahaya di Brazil

Bayangkan Anda berada di dalam perahu karet di dasar air terjun yang sangat besar dan memiliki arus besar. Tantanglah diri dengan mencoba wisata rafting di air terjun Iguazu yang berada di perbatasan Brazil dan Argentina. Air terjun ini lebih tinggi dan dua kali lebih lebar dari Niagara.

Ini adalah wisata adrenalin yang akan membawa Anda terombang-ambing di atas perahu karet. Siap-siap terbawa arus air atau tersiram air yang terjun dari ketinggian. Namun hati-hati, wisata ekstrem ini pernah menimbulkan korban pada tahun 2011. Karena arus, perahu karet yang berisi 7 orang ini terbalik dan 2 orang meninggal.

4. Berjalan di ujung gedung tinggi di Kanada

Siapa bilang wisata menantang hanya bisa dilakukan di alam bebas. Buktinya, ada juga wisata adrenalin ekstrem di Toronto, Kanada. Gedung CN Tower memiliki atraksi yang membuat para pecinta wisata ekstrem melonjak kegirangan.

Anda bisa berjalan di tepian luar puncak gedung dengan menggunakan tali pengaman. Dalam trek melingkar seluas 1,5 meter, pengunjung bisa merasakan sensasi berjalan di ujung gedung, lengkap dengan pemandangan dari ketinggian dan angin kencang yang menerpa wajah. Atraksi menantang ini bisa dicoba pengunjung dari umur 13 sampai 90 tahun.

5. Bungee jumping di kawah api di Chili

Jika selama ini belum merasa terlalu tertantang saat bungee jumping dari atas jembatan, cobalah yang lain. Ada bungee jumping dari atas helikopter ke kawah gunung berapi yang terbuka di Pucon, Chili.

Dengan 10 ribu USD (Rp 95 juta) untuk trip selama 6 hari, Anda bisa merasakan sensasi terjun ke perut bumi. Meluncur ke lahar berapi yang merah dan panas akan membuat adrenalin membuncah tanpa bisa ditahan lagi. Rasanya tak apa membayar sedemikian mahal jika bisa memberikan pengalaman tiada dua.

6. Trekking di tepi tebing di Spanyol

Sekitar 100 tahun lalu, ada raja yang membangun jalan setapak di gunung batu. Jalan setapak yang dipakai untuk dilewati raja untuk melihat pembangunan waduk itu bernama El Caminito Del Rey. Namun kini, jalan setapak dari kayu tersebut berada di terletak di tempat yang cukup tinggi.

Karena menantang, banyak wisatawan yang trekking di jalur tersebut. Banyak kayu yang sudah copot dan mau tidak mau jalur pun terputus. Maka dari itu, dibutuhkan perlengkapan panjat tebing yang lengkap jika ingin menjelajahi jalan ini. Berani?

7. Gowes sepeda di jalur paling maut di Irlandia

Adakah yang lebih menantang dari bersepeda di tepi jurang yang berkelok dan mengerikan? Jika tertantang, Anda bisa gowes di Cliffs of Moher di Irlandia. Tebing ini berdiri gagah di tepi Samudera Atlantik. Meski begitu, banyak wisatawan yang menantang adrenalin dengan wisata gowes sepeda di jalur ekstrem ini.

Masalahnya, tidak ada batas pengaman di tepian tebing. Juga, lebar jalurnya tidak lebih dari 1 meter. Jadi para penggowes ini benar-benar harus hati-hati jika tidak ingin kehilangan nyawa. Tidak heran jika jalur ini menjadi yang paling bahaya di dunia. Namun akhir dari gowes sangatlah memuaskan karena Anda bisa berdiri di ujung tebing sambil menantang samudera luas.Source: detik.com
img

Berenang bareng buaya di Australia (dimelaneta.com)

Jakarta - Mencari tantangan bisa jadi salah satu alasan orang untuk traveling. Bagi para adrenalin junkie, kegiatan ekstrem adalah hal yang paling dicari saat liburan. Berikut 7 wisata adrenalin paling ekstrem di dunia.

Mulai dari berenang dengan buaya, lompat ke dalam kawah berapi atau rafting di air terjun paling bahaya pun bukan sesuatu yang tak mungkin bagi para pencari adrenalin. Dari Oddee, Kamis (7/3/2013) inilah 7 wisata adrenalin terkstrem di dunia yang bisa dicoba:

1. Berenang bareng buaya di Australia

Sebagai salah satu negara yang memiliki banyak buaya, Australia tidak membiarkan para buayanya begitu saja. Ada wisata ekstrem yang bisa dicoba yaitu Crocosaurus Cove. Berada di Darwin, Northern Territory, Australia, wisata ekstrem ini menawarkan pengunjungnya berenang bersama buaya.

Pengunjung bisa berenang selama 15 menit di dalam air bersama buaya air asin yang memiliki badan gigantis. Ada boks dari akrilik dengan ketebalan 4 cm yang akan ditempati para perenang. Boks yang bernama 'Kandang Kematian' ini dijamin aman oleh pihak operator. Anda pun bisa mencoba berenang di sebelah buaya yang besarnya bisa 3 kali tubuh dengan hanya dipisahkan kaca tembus pandang.

2. Terjun payung dari tebing di Norwegia

Sebuah tebing dengan dataran rata dan ujung lebar menjadi destinasi terkenal di Lysefjorden, Norwegia. Tebing Preikestolen, atau yang disebut 'Ujung Dunia' tidak cuma bisa dinikmati dari ujungnya tapi juga bisa terjun ke bawahnya.

Cobalah lompat dari ketinggian 604 mdpl dan rasakan sensasi yang tiada duanya. Ini salah satu destinasi yang paling tepat untuk menantang keberanian Anda. Salah seorang pencari adrenalin pun mengungkapkan kebahagiaannya mencoba terjun dari ujung Preikestolen. Ia mengatakan itu salah satu kegiatan yang sangat memuaskan hasrat adrenalinnya, seperti bisa terbang tanpa pesawat.

3. Rafting di air terjun paling bahaya di Brazil

Bayangkan Anda berada di dalam perahu karet di dasar air terjun yang sangat besar dan memiliki arus besar. Tantanglah diri dengan mencoba wisata rafting di air terjun Iguazu yang berada di perbatasan Brazil dan Argentina. Air terjun ini lebih tinggi dan dua kali lebih lebar dari Niagara.

Ini adalah wisata adrenalin yang akan membawa Anda terombang-ambing di atas perahu karet. Siap-siap terbawa arus air atau tersiram air yang terjun dari ketinggian. Namun hati-hati, wisata ekstrem ini pernah menimbulkan korban pada tahun 2011. Karena arus, perahu karet yang berisi 7 orang ini terbalik dan 2 orang meninggal.

4. Berjalan di ujung gedung tinggi di Kanada

Siapa bilang wisata menantang hanya bisa dilakukan di alam bebas. Buktinya, ada juga wisata adrenalin ekstrem di Toronto, Kanada. Gedung CN Tower memiliki atraksi yang membuat para pecinta wisata ekstrem melonjak kegirangan.

Anda bisa berjalan di tepian luar puncak gedung dengan menggunakan tali pengaman. Dalam trek melingkar seluas 1,5 meter, pengunjung bisa merasakan sensasi berjalan di ujung gedung, lengkap dengan pemandangan dari ketinggian dan angin kencang yang menerpa wajah. Atraksi menantang ini bisa dicoba pengunjung dari umur 13 sampai 90 tahun.

5. Bungee jumping di kawah api di Chili

Jika selama ini belum merasa terlalu tertantang saat bungee jumping dari atas jembatan, cobalah yang lain. Ada bungee jumping dari atas helikopter ke kawah gunung berapi yang terbuka di Pucon, Chili.

Dengan 10 ribu USD (Rp 95 juta) untuk trip selama 6 hari, Anda bisa merasakan sensasi terjun ke perut bumi. Meluncur ke lahar berapi yang merah dan panas akan membuat adrenalin membuncah tanpa bisa ditahan lagi. Rasanya tak apa membayar sedemikian mahal jika bisa memberikan pengalaman tiada dua.

6. Trekking di tepi tebing di Spanyol

Sekitar 100 tahun lalu, ada raja yang membangun jalan setapak di gunung batu. Jalan setapak yang dipakai untuk dilewati raja untuk melihat pembangunan waduk itu bernama El Caminito Del Rey. Namun kini, jalan setapak dari kayu tersebut berada di terletak di tempat yang cukup tinggi.

Karena menantang, banyak wisatawan yang trekking di jalur tersebut. Banyak kayu yang sudah copot dan mau tidak mau jalur pun terputus. Maka dari itu, dibutuhkan perlengkapan panjat tebing yang lengkap jika ingin menjelajahi jalan ini. Berani?

7. Gowes sepeda di jalur paling maut di Irlandia

Adakah yang lebih menantang dari bersepeda di tepi jurang yang berkelok dan mengerikan? Jika tertantang, Anda bisa gowes di Cliffs of Moher di Irlandia. Tebing ini berdiri gagah di tepi Samudera Atlantik. Meski begitu, banyak wisatawan yang menantang adrenalin dengan wisata gowes sepeda di jalur ekstrem ini.

Masalahnya, tidak ada batas pengaman di tepian tebing. Juga, lebar jalurnya tidak lebih dari 1 meter. Jadi para penggowes ini benar-benar harus hati-hati jika tidak ingin kehilangan nyawa. Tidak heran jika jalur ini menjadi yang paling bahaya di dunia. Namun akhir dari gowes sangatlah memuaskan karena Anda bisa berdiri di ujung tebing sambil menantang samudera luas.Source: detik.com

Jangan Berlebihan, Minum Air Kebanyakan Juga Bisa Bahaya

 
Jakarta, Kadar air di dalam tubuh harus seimbang, tidak kurang tidak lebih. Jika tubuh kekurangan cairan atau air maka dapat berakibat fatal pada ginjal. Lalu, bagaimana jika minuman air berlebih?

Mengonsumsi air secara berlebihan sangat tidak disarankan. "Sehari cukup 2 sampai 3 liter. Namun jangan memaksakan jumlah yang sama pada orang yang pernah mengalami sakit ginjal karena takarannya sudah berbeda," jelas Dr.dr.Parlindungan Siregar, SpPD-KGH.

Ha itu disampaikan dia dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia di di Hotel Grand Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (7/3/2013).

"Juga pada usia 65 tahun ke atas air paling banyak dikonsumsi maksimal 1,5 liter sehari," tambah ahli ginjal hipertensi FKUI RSCM ini.

Penderita gangguan fungsi ginjal tidak memiliki fungsi sempurna seperti sedia kala walau telah diobati. Dalam kondisi seperti itu, kadar asupan air harus dikurangi untuk mengurangi beban kerja ginjal.

dr.Parlindungan menurutkan kelebihan air di dalam tubuh juga dapat mengakibatkan penurunan kadar natrium dalam darah. Kekurangan natrium dapat mengakibatkan kantuk dan cepat lelah. Keadaan ini juga mengakibatkan cairan tubuh akan menjadi encer dan jumlahnya menjadi berlebihan. Akibatnya sel-sel di tubuh akan membengkak, diikuti dengan pembengkakan otak hinga menyebabkan kejang bahkan kematian.

Sangat disarankan untuk Anda mencicil 2 liter air atau setara 8 gelas per hari mulai dari bangun tidur. Anda dapat minum 1 sampai 2 gelas ketika memulai hari dan perbanyak konsumsi air di siang hari. Hindari mengonsumsi banyak air sekaligus.
 Source: detik.com